Banjir Kembali Lumpuhkan Akses Jalan di Pidie Jaya
Hujan deras tak henti-hentinya mengguyur Pidie Jaya. Akibatnya, seperti sudah bisa ditebak, banjir luapan sungai pun datang lagi. Kali ini, Desa Pante Beureune menuju Desa Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, yang jadi korban. Jalan lintas itu nyaris tak bisa dilewati.
Airnya cukup tinggi, mencapai paha orang dewasa. Kendaraan roda dua maupun empat jelas kesulitan. Situasi yang mirip terlihat di jalur lain, tepatnya dari Desa Blang Cut ke Desa Dayah Kruet. Genangannya disebut-sebut sama dalamnya.
Lalu, apa penyebabnya? Rupanya, ini efek berantai dari musibah sebelumnya. Banjir bandang dan longsor yang melanda akhir November lalu meninggalkan endapan lumpur tebal. Lumpur itulah yang sekarang menyumbat saluran drainase.
Jadi, ketika hujan turun, air tak punya jalan keluar. Alhasil, menggenanglah di badan jalan untuk waktu yang lama. Parahnya, sisa-sisa lumpur dari banjir bandang kemarin masih berserakan di mana-mana. Tumpukan itu makin menghambat air untuk mencari jalan ke saluran pembuangan.
Artikel Terkait
Kembang Api dan Teriakan untuk Pahlavi Warnai Malam Teheran yang Masih Bergejolak
Gemblengan Semi-Militer Siapkan 1.500 Petugas Haji Tangguh
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan