Jadi, standarnya gimana, sih? Saat Gibran yang meledek, itu dianggap keren. Tapi giliran dia yang dapat komentar ringan, langsung ribut. Kelihatan sekali ada standar ganda di sini.
Momen debat itu sendiri sampai sekarang masih jadi perbincangan. Gaya Gibran yang santai, bahkan bagi sebagian orang terkesan kurang ajar, saat berhadapan dengan Mahfud MD terekam jelas. Dan seperti yang kita lihat, rekaman itu masih beredar dan jadi bahan pembanding.
Bocil ngeledek orang tua termul tolol bangga
Gantian bocil diledek termul pada tantrum. Goblok pic.twitter.com/k6I98oize0
Cuitan dari akun @pakaipeci di atas intinya menyoroti ironi itu. Saat "bocil" istilah untuk Gibran meledek orang tua, para pendukungnya bangga. Giliran posisinya terbalik, mereka malah "tantrum". Kata-katanya memang kasar, tapi cukup menggambarkan kemarahan sekelompok netizen yang melihat fenomena ini.
Pada akhirnya, kejadian ini cuma menunjukkan satu hal: politik kita kadang diwarnai logika yang sulit dicerna. Emosi seringkali mengalahkan konsistensi. Dan semua terjadi begitu cepat di ruang digital, di mana setiap komentar bisa memicu badai yang gak kunjung reda.
Artikel Terkait
Iran Klaim Campur Tangan Asing, 51 Korban Jiwa Tewas dalam Gelombang Unjuk Rasa
Isu Kabur dan Aset Miliaran: Mengapa Narasi Pelarian Khamenei Tak Menyentuh Realitas?
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Dugaan Manipulasi Pengurangan Pajak
Poligami Dihukum Lebih Berat, Kohabitasi Diringankan: Paradoks KUHP Baru