Hambalang, Bogor, jadi lokasi retret kabinet kedua Presiden Prabowo Subianto. Agenda utamanya? Evaluasi kerja setahun pemerintahan dan arahan untuk tahun ke depan. Suasana di kompleks itu pagi tadi tampak cukup sibuk dengan kedatangan para menteri.
Mensesneg Prasetyo Hadi yang ditemui wartawan menjelaskan makna acara ini. Menurutnya, retret bagi presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan punya arti penting.
"Pertama-tama, tentu untuk memberikan pengarahan kepada kita semua, jajaran kabinet," kata Prasetyo.
"Lalu, diawali dengan evaluasi menyeluruh. Mengecek program dan kinerja pemerintah selama satu tahun kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka," lanjutnya.
Rupanya, Prabowo memang ingin tradisi retret ini berjalan rutin. Gaya seperti saat di Akmil Magelang dulu. Tapi ya, harus lihat kondisi. Retret kali ini pun disesuaikan.
"Beliau sebenarnya ingin rutin mengadakan retret. Cuma, melihat situasi dan kondisi tahun ini, akhirnya dipilihlah Hambalang," ujar Prasetyo.
Soal waktu, tampaknya fleksibel. Tidak ada batasan ketat. Kalau pembahasan dirasa perlu diperdalam, bisa saja acara molor sampai malam.
"Kita lihat situasi saja. Kalau ada masalah yang perlu dibahas tuntas, ya kita lanjutkan. Mungkin sampai malam," tuturnya.
Retret hari ini diharapkan jadi momentum perencanaan yang lebih solid. Setelah setahun berlalu, pemerintah ingin memastikan langkah ke depan lebih terukur dan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Anggaran KIP Kuliah 2026 Tembus Rp15,3 Triliun untuk Lebih dari Satu Juta Mahasiswa
Warga Gunung Anyar Harapan Keluhkan Akses Kumuh Jelang Lebaran
Wamen Sos: Kesiapan Lahan Kunci Percepatan Program Sekolah Rakyat
Analis Soroti Risiko Fiskal di Balik Belanja Negara yang Agresif Awal 2026