Gemuruh tepuk tangan tiba-tiba memecah kesibukan di Istana Negara. Sorot mata semua orang tertuju pada Presiden Prabowo Subianto yang, dengan penuh semangat, sedang menghitung deretan medali yang tergantung di leher atlet triathlon Martina Ayu Pratiwi. Suasana jadi hidup.
Momen hangat ini terjadi Kamis lalu, dalam acara penyerahan bonus untuk para atlet peraih medali SEA Games 33. Martina, yang jadi atlet pertama yang dipanggil, tampil dengan membawa tujuh medali lima emas dan dua perak hasil jerih payahnya di cabang triathlon, duathlon, dan aquathlon.
Prestasinya itu rupanya bikin Presiden Prabowo takjub. Didampingi Menpora Erick Thohir, ia pun menghitung satu per satu medali itu di depan podium. Aksi spontannya itu langsung disambut riuh rendah tepuk tangan dari seluruh undangan yang hadir.
Nah, gestur sederhana itu sebenarnya punya makna yang dalam. Ini bukan cuma soal menghitung logam. Lebih dari itu, ini adalah penegasan bahwa kerja keras dan keringat atlet benar-benar dilihat dan dihargai oleh negara. Sekaligus jadi penyemangat buat generasi atlet muda lainnya untuk terus mengejar prestasi.
“Tadi sempat deg-degan di depan, deg-degan bisa bertemu langsung Presiden Pak Prabowo dan sangat dekat tadi di depan,”
ucap Martina usai menerima bonusnya. Rasa haru dan bangga masih terpancar jelas dari raut wajahnya.
Pencapaian Martina memang cuma satu bagian dari kesuksesan besar kontingen Merah Putih di Thailand. Tim Indonesia sukses finis di peringkat kedua dengan torehan fantastis: 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu.
Capaian ini bersejarah. Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu hampir 30 tahun, sejak 1995, Indonesia bisa menduduki posisi runner-up tanpa jadi tuan rumah. Angka 91 emas itu juga melampaui target Kemenpora yang cuma mencanangkan 80 emas dan posisi tiga besar. Luar biasa, bukan?
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memuji habis-habisan perjuangan para atlet. Menurutnya, prestasi di lapangan hijau maupun arena olahraga adalah bukti nyata kekuatan sebuah bangsa.
“Para olahragawan yang dipilih untuk mewakili bangsanya memberi suatu simbol bahwa bangsa itu bangsa yang kuat. Karena itu, saya sangat terima kasih kepada saudara-saudara dan saya sangat bangga dengan saudara-saudara,”
tegas Prabowo. Kata-katanya sederhana, tapi terasa penuh makna dan mengena di hati.
Artikel Terkait
Polisi Kukar Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu, Selamatkan 15.000 Orang dari Jerat Narkoba
Pertamina Tegaskan Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Sebut Informasi Biaya adalah Hoaks
Pemerintah Buka Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Berstatus Pegawai BUMN
Pemprov Sulsel Godok Mutasi 314 Guru untuk Atasi Ketimpangan Distribusi