Satu Tewas, Satu Hilang dalam Insiden Hanyut di Sungai Banjaran

- Rabu, 15 April 2026 | 22:45 WIB
Satu Tewas, Satu Hilang dalam Insiden Hanyut di Sungai Banjaran

Upaya penyelamatan berakhir duka di Banjaran, Bandung. Satu korban hanyut ditemukan tewas, sementara satu lainnya masih hilang dan terus dicari oleh tim gabungan.

Menurut Kapolsek Banjaran, Kompol Sudi Hartono, semua berawal dari sebuah laporan yang masuk pada Rabu sore. Sekitar pukul tiga lewat, ada laporan seseorang terseret arus.

"Informasi tadi sore sekitar pukul 15.42 WIB, kami menerima laporan adanya seseorang yang hanyut," kata Sudi.

Ia melanjutkan, beberapa warga yang melihat langsung berusaha membantu. Termasuk seorang orang tua. Tapi upaya itu tak berhasil. Arus sungai ternyata terlalu kuat.

"Menurut saksi, sempat ada orang tua dan beberapa warga yang berupaya menolong, namun korban tetap terbawa arus," ujarnya.

Ada momen yang sempat memberi harapan. Seorang petugas keamanan bernama Agus berhasil mendekati korban dan membawanya ke tepi. Sayangnya, itu hanya sesaat.

"Sempat ditolong oleh satpam atas nama Agus dan sempat ke pinggir, namun kemungkinan karena arus cukup deras sehingga hanyut kembali," jelas Sudi.

Korban yang berhasil ditemukan adalah seorang perempuan bernama Gina. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di wilayah Bojongsering, Kecamatan Ciparay.

"Saudari Gina sudah ditemukan meninggal dunia di lokasi Bojongsering, Ciparay," katanya dengan lugas.

Namun begitu, pencarian belum usai. Agus, sang satpam yang awalnya berusaha menolong, justru ikut terseret dan kini menjadi korban yang hilang. Pencarian terhadapnya masih berlangsung intensif.

Untuk menemukan Agus, polisi telah mengerahkan segala sumber daya. Mereka tak bekerja sendirian.

"Kami sudah berkolaborasi dan melaporkan kepada Kapolresta Bandung bersama BPBD, kepala desa, Kanit Pol PP Kecamatan Banjaran, serta Kabag Ops yang akan menurunkan tim Basarnas berikut Brimob untuk upaya pencarian," papar Sudi.

Dugaan sementara, kedua korban ini terbawa arus cukup jauh. Jaraknya diperkirakan antara satu hingga dua kilometer dari titik awal mereka jatuh. Sebuah jarak yang menunjukkan betapa ganasnya arus saat kejadian.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar