Menyodorkan dalil fikih, bahkan ayat Al-Qur'an dan hadis, seringkali tak mempan untuk menghentikan kebiasaan seorang perokok. Mereka butuh bukti yang lebih nyata. Lebih tepatnya, bukti yang terpampang jelas di depan mata.
Misalnya, foto hasil rontgen yang menunjukkan jantungnya bocor. Atau gambar ginjal yang tersumbat. Bisa juga visual paru-paru yang seharusnya bersih, malah dipenuhi cairan hitam pekat. Barang kali itu baru yang bisa bikin mereka berpikir ulang.
Memang, baru ketika organ dalamnya rusak parah dan mereka merintih kesakitan di ranjang rumah sakit, keyakinan itu muncul. Dalil-dalil yang dulu dianggap angin lalu, tiba-tiba terasa sangat konkret. Ironis, ya?
Artikel Terkait
Ketika Koruptor Beragama Islam, Mengapa Agamanya yang Diserang?
Asia Timur dan Pasifik: Lapangan Kerja Tumbuh, Tapi Kualitasnya Tergerus
Trump Tawarkan Uang Tunai ke Setiap Warga Greenland demi Aneksasi
Hunian Sementara dan Harapan Baru untuk Warga Bukit Tempurung