Tapi yang paling membingungkan sebenarnya adalah hal mendasar ini: kalau para elit partai saja tidak mampu mengatur anggotanya sendiri misalnya, mencegah korupsi atau praktik politik uang di internal lalu bagaimana mereka bisa dipercaya untuk mengatur seluruh negeri ini?
Pertanyaan itu menggantung, tanpa jawaban yang memuaskan.
Lah, faktanya kan jelas. Politisi yang menyebar uang untuk menang, bukan rakyat yang meminta atau memaksa. Tapi kok, beban moralnya seolah dibalikkan?
Menurut sejumlah pengamat, kita sekali lagi dipertontonkan pada ketidakmampuan elit politik menggali akar permasalahan. Kalau akarnya saja tidak mau disentuh, jangan harap solusi yang ditawarkan akan menyembuhkan. Yang ada cuma obat pereda sakit, sementara penyakitnya tetap menggerogoti.
Dan ini baru satu masalah. Negeri kita punya segudang persoalan lain yang menunggu untuk diurai, sementara energi habis untuk debat yang seringkali meleset dari sasaran.
Ya Tuhan, ampunilah kami yang kerap tak berdaya mengatasi masalah kami sendiri.
(Ruly Achdiat Santabrata)
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Buka Simulasi Resmi TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP
Kemenag Tegaskan Distribusi Zakat Harus Berbasis Data Sosial Nasional
Bupati Bone Perintahkan Pembentukan Kios Pangan di Setiap Kecamatan Jelang Ramadan
Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat di Luwu Timur