Di tengah riuh acara Panen Raya Nasional di Cilebar, Rabu lalu, ada momen yang cukup menyita perhatian. Presiden Prabowo Subianto menyematkan langsung tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya ke dada Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Cuaca yang terik seolah tak mengurangi khidmatnya penganugerahan itu.
Penghargaan negara ini bukan datang tiba-tiba. Ia tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/TK Tahun 2026, yang intinya mengapresiasi kontribusi luar biasa bagi ketahanan pangan nasional. Singkatnya, ini pengakuan resmi untuk kerja keras yang selama ini dilakukan.
Nah, kalau ditanya apa yang membuat Karawang layak dapat penghargaan semacam ini, jawabannya ada di data. Di bawah kepemimpinan Aep, kabupaten ini berhasil masuk 10 besar penghasil beras nasional. Posisinya sebagai lumbung pangan utama makin kokoh, dan itu tentu bukan pencapaian sederhana.
Di sisi lain, Aep bukan satu-satunya yang mendapat kehormatan. Menteri Pertanian, sejumlah pejabat daerah, dan tokoh-tokoh pertanian lain juga menerima penghargaan serupa dalam kesempatan yang sama. Tapi sorotan memang banyak tertuju padanya, selaku tuan rumah.
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik