Rencana Penggantian yang Batal
Ya, awal ceritanya, patung itu memang hendak diganti. Desain barunya diharapkan bisa lebih menyerupai macan sungguhan. Tapi melihat geliat yang terjadi, niat itu urung dilakukan. Patung putih yang “aneh” itu justru dipertahankan persis seperti keadaannya sekarang.
Menurut Safi’i, ide membangun patung ini berawal dari inisiatif warga. Mereka ingin membangkitkan legenda lokal sekaligus menciptakan sebuah ikon untuk desanya. Setelah melalui musyawarah, akhirnya disepakati untuk mendirikan patung macan putih tersebut.
Yang menarik, pembangunannya sama sekali tidak menggunakan anggaran desa. Safi’i mengungkapkan, dana yang dipakai berasal dari kocek pribadinya sendiri, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kampung halamannya.
Jadi, patung yang sempat jadi bahan olokan itu kini jadi pahlawan. Ia tak cuma jadi tempat foto, tapi juga pemersatu dan pemompa ekonomi warga. Kadang, keunikan bukan kesempurnaan yang justru membawa keberuntungan.
Artikel Terkait
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik
Sidang Praperadilan Yaqut Ditunda, KPK Absen di Persidangan Perdana