HNW Sambut Gerakan Literasi, Soroti Potensi Gen-Z di Tengah Stigma

- Selasa, 06 Januari 2026 | 16:50 WIB
HNW Sambut Gerakan Literasi, Soroti Potensi Gen-Z di Tengah Stigma

Jakarta – Di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin (5/1/2026) lalu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut tamu. Yang datang adalah para pengurus The Intiqad Center, bagian dari "Gerakan Literasi Teladan Tokoh Bangsa". Pertemuan audiensi ini berlangsung cukup hangat.

Wildan Hasan, yang bertindak sebagai koordinator gerakan, langsung memaparkan maksud kedatangan mereka. Rombongannya terdiri dari beragam profesi: ada aktivis dai muda, peneliti, hingga penulis. Intinya, mereka punya keprihatinan yang sama. Menurut Wildan, di tengah banjir informasi zaman sekarang, literasi soal kebangsaan justru sering terabaikan.

"Kami ini mewakili para dai muda yang sangat concern dengan dunia literasi, terutama sejarah bangsa," ujar Wildan.

Ia melanjutkan, "Gerakan kami punya fokus utama: bagaimana caranya keteladanan para tokoh bangsa bisa kita hidupkan kembali. Bukan cuma untuk sekarang, tapi juga untuk masa depan nanti."

Nah, salah satu sosok yang mereka soroti secara khusus adalah Mohammad Natsir, sang Pahlawan Nasional dan ulama besar. Wildan menambahkan, mereka ingin fokus pada pemikiran, keteladanan, dan semangat juang dari Bapak M. Natsir.

"Harapannya, semua nilai itu bisa dilanjutkan dan tetap aktual. Khususnya agar mudah dicerna oleh Generasi Z," tambahnya.

Merespons hal itu, HNW pun menyampaikan apresiasinya. Ia melihat inisiatif dari The Intiqad Center ini sebagai sesuatu yang tepat waktu. Namun begitu, ia juga menyoroti sebuah tantangan. Saat ini, kata dia, ada persepsi yang berkembang tentang Gen-Z.

"Belakangan ini ada upaya untuk menstigma Gen-Z sebagai generasi yang kurang tahan banting, maunya serba instan, dan kurang peka sosial. Stigma-stigma negatif macam ini perlu kita luruskan," tegas politisi PKS tersebut.

Justru, harapannya, gerakan literasi semacam ini bisa membuktikan hal sebaliknya. HNW yakin Gen-Z sebenarnya punya potensi besar.

"Mereka harus dibentuk jadi generasi yang paham sejarah. Mengerti bahwa kemerdekaan bangsa ini diperjuangkan juga oleh para ulama dan tokoh Islam. Dengan pemahaman itu, Insya Allah mereka akan tumbuh jadi generasi yang peka sosial dan siap ambil peran strategis untuk negara," kata HNW.

Pertemuan itu akhirnya ditutup dengan komitmen bersama. Intinya, semua sepakat untuk terus menggaungkan literasi kebangsaan, terutama lewat pengenalan tokoh-tokoh teladan.

Hadir dalam audiensi tersebut, selain Wildan Hasan selaku founder The Intiqad, juga sejumlah pegiat lain. Di antaranya Mahmud Faaz dari Dewan Dakwah, Rahmat Ramadhan (LPPI), Maulana Yusuf (Persada), Imanuddin Kamil (JATTI), dan Alan Ruslan Hubban yang mewakili Humas Dewan Dakwah.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar