Merespons hal itu, HNW pun menyampaikan apresiasinya. Ia melihat inisiatif dari The Intiqad Center ini sebagai sesuatu yang tepat waktu. Namun begitu, ia juga menyoroti sebuah tantangan. Saat ini, kata dia, ada persepsi yang berkembang tentang Gen-Z.
"Belakangan ini ada upaya untuk menstigma Gen-Z sebagai generasi yang kurang tahan banting, maunya serba instan, dan kurang peka sosial. Stigma-stigma negatif macam ini perlu kita luruskan," tegas politisi PKS tersebut.
Justru, harapannya, gerakan literasi semacam ini bisa membuktikan hal sebaliknya. HNW yakin Gen-Z sebenarnya punya potensi besar.
"Mereka harus dibentuk jadi generasi yang paham sejarah. Mengerti bahwa kemerdekaan bangsa ini diperjuangkan juga oleh para ulama dan tokoh Islam. Dengan pemahaman itu, Insya Allah mereka akan tumbuh jadi generasi yang peka sosial dan siap ambil peran strategis untuk negara," kata HNW.
Pertemuan itu akhirnya ditutup dengan komitmen bersama. Intinya, semua sepakat untuk terus menggaungkan literasi kebangsaan, terutama lewat pengenalan tokoh-tokoh teladan.
Hadir dalam audiensi tersebut, selain Wildan Hasan selaku founder The Intiqad, juga sejumlah pegiat lain. Di antaranya Mahmud Faaz dari Dewan Dakwah, Rahmat Ramadhan (LPPI), Maulana Yusuf (Persada), Imanuddin Kamil (JATTI), dan Alan Ruslan Hubban yang mewakili Humas Dewan Dakwah.
Artikel Terkait
KPK Periksa Belasan Pejabat Tulungagung Usai OTT Bupati
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi di Jatim
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga