Janji Donatur Menguap, Warga Gari Bangun Masjid dengan Semangat Gotong Royong

- Selasa, 06 Januari 2026 | 16:24 WIB
Janji Donatur Menguap, Warga Gari Bangun Masjid dengan Semangat Gotong Royong

Di Pedukuhan Gari, Wonosari, semangat gotong royong justru berkobar setelah sebuah janji pupus. Warga di sana memutuskan untuk melanjutkan sendiri pembangunan Masjid Al Huda, yang sebelumnya mereka robohkan karena iming-iming donatur. Ya, masjid itu sengaja dibongkar setelah ada yang menjanjikan dana untuk membangun ulang yang lebih baik. Syaratnya cuma satu: masjid lama harus rata dengan tanah dulu.

Tapi, usai puing-puing berserakan, sang donatur malah raib entah ke mana.

Meski tertipu dan kecewa, warga tak mau berlama-langut. Mereka bergerak. Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas sudah dimulai. Warga sibuk menyusun batu untuk talud, struktur penahan tanah yang jadi pondasi awal. Impian mereka sederhana: punya masjid baru dua lantai, dengan basement yang bisa dipakai untuk keperluan warga, seperti menyembelih hewan kurban. Perkiraan biayanya tak main-main: sekitar Rp 1,8 miliar untuk bangunan seluas 22 kali 18,5 meter.

“Insyaallah masyarakat tidak akan menuntut macam-macam. Insyaallah mudah-mudahan pembangunan ini berjalan lancar sesuai dengan harapan masyarakat,”

kata Mujiyo, salah seorang warga berusia 72 tahun, dengan nada tenang.

Rewang Dwi Atmojo, sesepuh lainnya, menegaskan bahwa warga sama sekali tak berniat membawa masalah ini ke pengadilan. Bagi mereka, ini urusan membangun rumah Allah, bukan arena berselisih.

“Nggak pernah berpikir sampai situ. Karena ini kan yang kita bangun bisa dibilang rumah Allah. Kalau warga masyarakat punya itikad yang tidak baik nanti jadinya akan tidak baik juga,”

beber Dwi. Dia mengakui kekecewaan itu ada dan terasa. Tapi justru dari situlah semangat baru muncul.

“Banyak yang kecewa. Tapi kekecewaan tersebut tidak akan menyurutkan semangat. Bahkan menjadikan semangat yang menggebu-gebu untuk membangun masjid ini,” tambahnya.

Cerita soal janji manis ini berawal November lalu. Rencana renovasi masjid yang berdiri sejak 1984 itu memang sudah ada. Gayung bersambut, datang dua orang: AS dari Gatak dan H dari Ngawen. Mereka menawarkan bantuan yayasan dari Tangerang.


Halaman:

Komentar