Dari Pulo Gadung, Seruan Solidaritas untuk Venezuela yang Terkepung

- Minggu, 04 Januari 2026 | 22:50 WIB
Dari Pulo Gadung, Seruan Solidaritas untuk Venezuela yang Terkepung

Logikanya sederhana namun powerful: serangan terhadap Venezuela bukan cuma masalah Caracas. Itu adalah serangan terhadap prinsip kedaulatan semua bangsa. "Serangan terhadap satu bangsa adalah serangan terhadap kita semua," kira-kira begitu pesan moral yang ingin disampaikan.

Pernyataan ditutup dengan tiga teriakan penyemangat: "Hentikan Agresi AS!", "Hidup Solidaritas Internasional!", dan "Venezuela Akan Menang!". Sederhana, mudah diingat, penuh keyakinan.

Di bagian paling bawah, ada detail kecil yang justru penting: dua nama beserta nomor kontak. Aidi dan Akbar, sebagai narahubung. Ini sinyal bahwa pernyataan ini bukan sekadar dokumen untuk arsip. Ini ajakan nyata untuk bergerak, berkomunikasi, dan mengorganisir dukungan.

Pada akhirnya, apa yang keluar dari Pulo Gadung itu lebih dari sekadar siaran pers. Ini adalah sebuah fragmen dari pertarungan narasi besar yang sedang terjadi. Di satu sisi, narasi intervensi yang sering dibungkus dalih pemulihan demokrasi. Di sisi lain, narasi perlawanan terhadap imperialisme.

Komite Politik Nasional Partai Buruh sudah memilih posisinya dengan sangat tegas. Mereka sedang membingkai sebuah peristiwa, memberinya makna, dan mengajak orang untuk melihatnya melalui lensa perjuangan global. Saat langit Caracas retak oleh serangan, dari sudut Jakarta sebuah dokumen diluncurkan. Di dalamnya, berdenyut amarah, harapan, dan mimpi tentang tatanan dunia yang berbeda. Mimpi yang, bagi mereka, hanya bisa dicapai jika solidaritas tanpa batas benar-benar diwujudkan.


Halaman:

Komentar