Trump Sebut Warga Kuba Jadi Korban dalam Operasi Penangkapan Maduro

- Minggu, 04 Januari 2026 | 14:36 WIB
Trump Sebut Warga Kuba Jadi Korban dalam Operasi Penangkapan Maduro

Dalam konferensi pers yang digelar Sabtu lalu, Presiden Donald Trump membuat klaim mengejutkan. Usai membahas operasi militer AS di Venezuela yang berakhir dengan penangkapan Nicolas Maduro, ia menyebut banyak warga Kuba menjadi korban. Menurutnya, mereka tewas karena terlibat langsung dalam upaya melindungi sang presiden Venezuela.

"Anda tahu, banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka tadi malam. Tahukah Anda itu?"

Begitu kata Trump dalam wawancara dengan The New York Post, seperti dilansir AFP, Kamis (4/1).

"Banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka. Mereka melindungi Maduro. Itu bukan langkah yang baik," lanjutnya tegas.

Meski begitu, Trump sama sekali tidak merinci berapa jumlah pastinya. Hingga saat ini, baik pemerintah Venezuela maupun AS sendiri belum mengeluarkan data resmi soal korban jiwa dalam operasi itu. Satu hal yang ditegaskan Trump: tidak ada warga Amerika yang tewas.

Hubungan Kuba dan Venezuela memang sudah lama sangat erat. Kedua negara sekutu komunis ini sama-sama berhadapan dengan sanksi ekonomi dari Washington. Selama puluhan tahun, Havana sangat menggantungkan diri pada Caracas, terutama untuk dukungan finansial dan pasokan minyak.

Menurut sejumlah laporan media AS, ketergantungan itu bahkan merambah ke ranah keamanan. Menjelang serangan, disebutkan bahwa Maduro sangat mengandalkan penasihat dan pengawal asal Kuba untuk menjaganya. Nah, ketergantungan inilah yang dinilai Trump justru berakibat fatal.

"Kuba selalu sangat bergantung pada Venezuela. Dari sanalah mereka mendapatkan uang, dan mereka melindungi Venezuela, tetapi dalam kasus ini, itu tidak berjalan dengan baik," ujar Trump.

Di sisi lain, peringatan juga datang dari Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menyiratkan kekhawatiran terhadap pemerintah Kuba.

"Jika saya tinggal di Havana dan berada di pemerintahan, setidaknya saya akan sedikit khawatir," kata Rubio.

Namun begitu, Trump menegaskan bahwa Washington tidak punya rencana untuk melancarkan aksi militer langsung terhadap Kuba. Negeri yang sedang dilanda krisis ekonomi parah itu, menurutnya, akan menemui akhirnya sendiri.

"Tidak, Kuba akan runtuh dengan sendirinya. Kuba sedang berada dalam kondisi yang sangat buruk," tandasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar