Wakil Ketua MPR Desak Perpusnas Hidupkan Koleksi Naskah Kuno untuk Dongkrak Literasi

- Rabu, 15 April 2026 | 06:30 WIB
Wakil Ketua MPR Desak Perpusnas Hidupkan Koleksi Naskah Kuno untuk Dongkrak Literasi

JAKARTA Perpustakaan Nasional punya pekerjaan rumah yang besar. Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, mendesak agar lembaga itu tak sekadar jadi gudang penyimpanan. Koleksi naskah kuno yang dimiliki harus benar-benar hidup dan dimanfaatkan untuk menaikkan tingkat literasi di tanah air.

“Potensi yang dimiliki Perpusnas harus mampu ikut mendorong minat baca masyarakat,” tegas Rerie, Selasa (14/4).

“Naskah yang sudah didigitalisasi jangan hanya disimpan. Pemanfaatan secara maksimal harus segera direalisasikan,” tambahnya.

Desakan itu punya alasan yang kuat. Data internal Perpusnas per 2026 mencatat koleksi naskah nasional baik yang ada di dalam maupun luar negeri mencapai angka fantastis: 143.259 eksemplar. Tapi, masalahnya, yang tersimpan di Perpusnas sendiri baru 13.318 naskah. Itu pun belum semuanya terdigitalisasi. Dari jumlah tadi, yang sudah masuk bentuk digital cuma 7.987.

Kondisinya makin pelik karena anggaran yang terbatas. Target penyelamatan naskah anjlok drastis, dari semula 10.300 menjadi cuma 2.165 naskah. Efisiensi anggaran, begitulah kira-kira penyebabnya.

Bagi Rerie, ini bukan cuma soal angka. Naskah-naskah kuno itu adalah bukti nyata tradisi intelektual bangsa. Kalau cuma disimpan tanpa diarusutamakan sebagai bahan belajar, ya percuma. Upaya pelestarian jadi kehilangan maknanya.

“Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa,” ujarnya.

Ia menekankan, jangan sampai kerja keras penyelamatan naskah kuno ini cuma berakhir sebagai langkah administrasi belaka. Di dalam naskah Nusantara tersimpan kearifan lokal yang masih relevan untuk menjawab tantangan masa kini dan mendatang.

Karena itulah, menurut legislator dari Dapil II Jawa Tengah ini, peran Perpusnas harus lebih dari sekadar penyelamat. Mereka harus konsisten mendorong peningkatan literasi. Caranya? Dengan mempermudah akses masyarakat terhadap kekayaan naskah tersebut.

“Sehingga, upaya Perpusnas menyelamatkan naskah saja tidak cukup,” pungkas Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR dan Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Pesan akhirnya jelas: selamatkan naskahnya, tapi yang lebih penting adalah menghidupkannya untuk masyarakat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar