Pemerintah China secara resmi mendesak Amerika Serikat. Desakan itu jelas: bebaskan Nicolas Maduro, dan lakukan sekarang juga. Presiden Venezuela itu ditahan AS dengan sederet tuduhan, utamanya terkait perdagangan narkoba.
Melalui Kementerian Luar Negerinya, Beijing menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam. Mereka menyoroti aksi penangkapan paksa yang menimpa Maduro beserta sang istri. Operasi itu dilakukan pasukan elite AS, yang kemudian membawa kedua orang itu ke New York untuk menjalani proses hukum.
Pernyataan resmi China, yang dikutip dari Aljazeera pada Minggu (4/1), tegas dan berisi seruan.
"China menyerukan kepada AS untuk memastikan keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, segera membebaskan mereka, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi,"
Begitu bunyi keterangan itu. Intinya, China meminta pembebasan karena menilai langkah Washington ini sudah melangkahi batas. Menurut mereka, AS telah melanggar hukum internasional.
Artikel Terkait
Ridwan Kamil dan Atalia Resmi Berpisah Setelah 29 Tahun
Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara
Royman dan Alarm Demokrasi: Saat Watchdog Dihantam di Morowali
Kiai Didin: Di Balik Kesulitan, Selalu Ada Kemudahan