MANADO – Wajah Olva Sumual memancarkan kesedihan yang dalam. Sebagai Kepala Panti Werdha Damai Ranomuut di Paal II, Manado, ia menyaksikan langsung panti yang menjadi tanggung jawabnya ludes dilalap si jago merah pada Minggu malam lalu, 28 Desember.
Kini, setelah musibah nahas itu, harapan satu-satunya tertumpu pada pemerintah. Bagaimana nasib para penghuni yang selamat? Itu yang paling dipikirkannya saat ini.
“Kita sudah koordinasi, Pemerintah juga sudah ambil alih, sudah meminta nama-nama dari kita,” ucap Olva.
Ia sendiri nyaris menjadi korban. Dengan suara lirih, Olva bercerita bahwa komunikasi dengan keluarga para penghuni terus dijalin. Tujuannya jelas: memberikan informasi terkini soal kondisi mereka.
Beberapa keluarga bahkan sudah datang langsung, baik ke lokasi kejadian yang masih menyisakan kepulan asap maupun ke rumah sakit tempat korban dirawat.
“Sejak tadi malam sudah kita kabari. Meski agak berat, kami juga memberi info seperti ini,” katanya lagi. Terbayang betapa berat tugasnya menyampaikan kabar buruk itu.
Di sisi lain, respons pemerintah mulai terlihat. Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, memberikan penegasan.
“Kita akan bantu koordinasikan, supaya nanti pemerintah bisa fasilitasi bagi oma-opa yang masih dalam perawatan supaya ketika sembuh ada tempat tinggal,” janji Richard.
Kebakaran malam itu memang memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Menurut pantauan langsung Sekda Kota Manado, dr Steaven Dandel, di lokasi pemadaman dan evakuasi, 16 orang penghuni panti meninggal dunia.
Sebuah tragedi yang menyisakan duka panjang bagi keluarga dan tentu saja, bagi Olva Sumual yang setiap hari hidup bersama para oma dan opa itu.
Artikel Terkait
Messi dan David Bersaing Ketat di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026 dengan Tiga Gol
Insentif Guru Madrasah Non-ASN Rp1,5 Juta per Bulan Mulai Cair Akhir Juni 2026
Anggota DPRD Sumbar Buron 5 Bulan Ditangkap di Jaksel, Tersangka Korupsi Rp34 Miliar
Nurul Arifin: Damai AS-Iran Berpotensi Perkuat Ekonomi Indonesia, dari Harga Energi hingga Rupiah