Anggota MPR Dorong Daerah Aktif Wujudkan Kolaborasi Bangun Literasi Nasional

- Jumat, 19 Juni 2026 | 19:35 WIB
Anggota MPR Dorong Daerah Aktif Wujudkan Kolaborasi Bangun Literasi Nasional

Anggota MPR RI, Lestari Moerdijat, mendesak penguatan peran daerah dalam skema kolaborasi multipihak untuk membangun kecakapan literasi dan budaya baca nasional. Ia menilai, upaya peningkatan literasi tidak bisa berjalan secara parsial dan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen, dari pemerintah pusat hingga masyarakat akar rumput.

“Program peningkatan literasi masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Upaya pemerintah pusat harus didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Rerie, sapaan akrabnya, dalam keterangan resmi pada Jumat (19/6/2026). Ia menambahkan bahwa sinergi antarinstansi harus diperkuat dengan aksi nyata, bukan sekadar wacana.

Menurut Rerie, persoalan utama literasi di Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh rendahnya minat baca. Ia menekankan perlunya dukungan masif untuk membangun ekosistem baca yang baik sejak usia dini. Rendahnya ketersediaan dan keterjangkauan akses terhadap bahan bacaan bermutu, lanjutnya, harus segera diatasi dengan langkah konkret.

Rerie mendorong agar layanan perpustakaan dapat menjangkau hingga ke tingkat desa. Ia berharap perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Di sisi lain, dinas pendidikan daerah diminta mampu mengintegrasikan pengembangan literasi ke dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler di institusi pendidikan.

“Saat ini, momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari kemampuan literasi,” tegas Rerie.

Sebelumnya, Kepala Perpustakaan Nasional RI, E. Aminudin, dalam acara bedah buku “Literasi di Daerah: Realitas dan Strategi Kebijakan Perpustakaan Daerah”, Kamis (18/6), menegaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran strategis sebagai ujung tombak peningkatan literasi. Menurutnya, pembangunan kecakapan literasi dan budaya baca pada dasarnya berlangsung di daerah.

Data Perpustakaan Nasional mencatat, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional pada Maret 2026 masih berada di angka 40,6 masuk dalam kategori rendah pada skala 30 hingga 49,9. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) nasional tercatat di angka 54,80, yang berada dalam kategori sedang pada rentang 40,1 hingga 60.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar