Polisi Periksa EO dan MC The Sounds Project Terkait Dugaan Penistaan Agama di Booth Miras Ancol

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:42 WIB
Polisi Periksa EO dan MC The Sounds Project Terkait Dugaan Penistaan Agama di Booth Miras Ancol

Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak event organizer (EO) dan pembawa acara (MC) dalam acara The Sounds Project terkait dugaan penistaan agama di salah satu booth minuman keras (miras) di Ancol, Jakarta Utara. Pemeriksaan akan dilakukan penyidik Polsek Pademangan pada Selasa (11/8) di Polres Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan penyelenggara dan pemilik booth untuk memperlancar proses hukum. "Polsek Pademangan berkoordinasi dengan penyelenggara dan pemilik booth untuk membantu kelancaran proses hukum. Hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara," kata Budi, Selasa (11/8).

Budi menambahkan, kepolisian akan memfasilitasi masyarakat yang ingin melaporkan peristiwa tersebut. "Selanjutnya, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan dan melakukan gelar perkara. Kepolisian juga memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan terkait peristiwa tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Polsek Pademangan bersama Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan penyelidikan setelah video dugaan penistaan agama itu viral di media sosial. Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala menyatakan pihaknya masih mengecek dan mendalami kejadian tersebut. "Monitor, kami sedang cek dan lidik kejadiannya," kata Daniel, Selasa (11/8).

Dalam video yang beredar, terlihat seseorang mengucapkan ayat suci Al-Quran di sebuah booth miras dalam festival musik tersebut. Narasi yang beredar menyebutkan adanya challenge membaca atau menghafal ayat Al-Quran dengan hadiah satu botol miras. Peristiwa ini menuai kecaman dari masyarakat karena dinilai menyinggung agama.

Pihak penyelenggara The Sounds Project mengecam keras kejadian tersebut. Mereka menegaskan tindakan itu tidak pernah mendapat persetujuan dari penyelenggara. "Kami, sebagai penyelenggara acara, turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," demikian pernyataan penyelenggara yang dikutip dari Instagram @thesoundsproject, Selasa (11/8).

Penyelenggara juga menyebut telah menegur pihak sponsor terkait dan mengawal proses identifikasi pihak-pihak yang terlibat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags