Pengelola Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) merespons cepat video yang viral di media sosial tentang dua pria yang diduga mengecek nomor rangka kendaraan di area parkir GBK, Jakarta Pusat. Meski belum ada laporan resmi, pihak GBK langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan meningkatkan patroli keamanan.
Direktur Umum PPK GBK Hadi Sulistia mengatakan, informasi dari citizen journalism itu langsung ditindaklanjuti meskipun tidak ada laporan dari pengunjung maupun korban. "Meski tidak ada laporan resmi, GBK segera merespons citizen journalism yang terkait dengan GBK," ujarnya saat dihubungi pada Kamis (20/8).
Setelah menerima informasi tersebut, GBK berkoordinasi dengan Polsek Tanah Abang yang bertanggung jawab atas wilayah GBK. "Polsek selanjutnya melanjutkan koordinasi dengan Polres Metro Jakpus dan Polda Metro Jaya," jelas Hadi.
Hingga kini, belum ada laporan resmi dari pengunjung atau korban terkait dugaan aksi tersebut. Namun, pihak GBK tetap meningkatkan patroli dan monitoring keamanan di kawasan tersebut. "Kami merespons dengan melakukan peningkatan patroli & monitoring keamanan, memastikan bahwa ruang publik ini tetap aman dan nyaman serta memberikan kemanfaatan kepada masyarakat secara luas," kata Hadi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir untuk beraktivitas di GBK. "Jangan ragu untuk beraktivitas di GBK seperti biasa, bersama kita jaga ruang ini, agar selalu sehat, produktif, dan positif," tutupnya.
Dugaan Aksi Debt Collector
Sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan dua pria berdiri di depan sebuah mobil yang terparkir di kawasan GBK pada Selasa (18/8). Salah satu pria terlihat masuk ke kolong mobil dan diduga mengecek atau menggesek nomor rangka kendaraan.
Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya AKBP Noor Maghantara mengatakan, aktivitas tersebut diduga merupakan modus debt collector untuk mencari kendaraan yang menunggak pembayaran. "Dia mencari kendaraan yang menunggak pembayaran, jadi dia mengecek. Biasanya gini, kalau dia melihat pelat nomor kendaraan tersebut tidak sesuai dengan kendaraan, dia akan mencoba mencari informasi lain," jelasnya.
Menurut Maghantara, nomor rangka kendaraan dicari untuk dicocokkan dengan data pembiayaan. "Dia mencari nomor rangka kendaraan tersebut untuk dicocokkan. Bener nggak ini masuk dalam pembiayaannya siapa, gitu," ungkapnya.
Meski demikian, Maghantara belum dapat memastikan dua pria dalam video tersebut adalah debt collector. Ia menegaskan aktivitas itu masih sebatas dugaan dan belum dapat disebut sebagai peristiwa pidana.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya dan Kemenkeu Bongkar Sindikat Meterai Palsu, Negara Rugi Rp 1 Triliun
Polda Metro Jaya dan Ditjen Pajak Bongkar Sindikat Materai Palsu, 3,4 Juta Keping Diamankan
Marak Aksi Sisir Nomor Rangka Mobil di Parkiran, Ini Kata Pakar
Polda Metro Bongkar Sindikat Meterai Palsu, Ini Cara Membedakannya