Isi emailnya sendiri sungguh mengerikan. Bukan cuma ancaman bom, tapi juga teror penculikan, pembunuhan, hingga penyebaran narkoba. Motifnya? Rupanya si pengirim menyimpan kebencian mendalam terhadap dunia pendidikan di Depok.
Dalam email panjang itu, dia mengaku tidak terima karena polisi dianggap tidak adil. Dia merasa laporannya tidak ditanggapi sebuah laporan pemerkosaan yang berujung pada ketiadaan tanggung jawab dari pelaku untuk menikahinya.
Dia bahkan tidak segan menyebut identitasnya. Nama lengkapnya diinisialkan KLH, alumni SMPIT-SMAIT Pesantren N dan universitas T. Alamatnya disebutkan di Jalan Jati Ulin, Beji, Depok.
Dengan nada menantang, email itu ditutup dengan kalimat, "Gua gak takut sama apa yang akan gua lakukan dengan nama almamater gua."
Kini, semua klaim dan ancaman itu masih menjadi teka-teki. Polisi terus menyisir setiap petunjuk, sementara warga sekolah berusaha kembali beraktivitas dengan was-was.
Artikel Terkait
Prancis Tundukkan Brasil 2-1 Meski Bertahan dengan 10 Pemain
Iran Terbitkan Daftar Putih Negara yang Dijamin Aman Lewati Selat Hormuz
Dokter Tifa Bantah Keras Tuduhan Terima Dana Rp50 Miliar Terkait Isu Ijazah Jokowi
Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari, Warga Diminta Tetap Waspada