Kabar baik datang dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, ia mengumumkan bahwa kapal-kapal negaranya akhirnya diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz. Izin ini didapat setelah serangkaian pembicaraan intens dengan sejumlah pemimpin Timur Tengah.
“Kami sekarang sedang dalam proses memulangkan kapal tanker minyak Malaysia," ujar Anwar, dengan nada lega terasa jelas.
Ia secara khusus menyebut nama Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang disebutnya berperan penting dalam pemberian izin tersebut. Langkah ini tentu sangat krusial bagi Kuala Lumpur. Meski sendiri merupakan produsen minyak, nyatanya separuh lebih pasokan minyak Malaysia justru diangkut melalui selat sempit itu. Jadi, wajar saja jika ketegangan di kawasan langsung berimbas pada mereka.
“Blokade di Selat Hormuz, perang, dan terhentinya pasokan minyak dan gas semuanya berdampak pada kami,” keluh Anwar, menggambarkan betapa rentannya posisi mereka.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Bantah Isu Krisis, Proyeksikan Ekspansi Ekonomi hingga 2030
Transjakarta Rayakan HUT ke-12 dengan Tarif Spesial Rp12 Sepanjang Hari
Iran Klaim Kerahkan Satu Juta Pasukan Antisipasi Invasi Darat AS
Jamaika Kalahkan Kaledonia Baru 1-0, Lolos ke Final Path A Kualifikasi Piala Dunia