Harga Bahan Pokok Naik Jelang Akhir Pekan, Beras dan Bawang Merah Melonjak

- Jumat, 27 Maret 2026 | 11:50 WIB
Harga Bahan Pokok Naik Jelang Akhir Pekan, Beras dan Bawang Merah Melonjak

Jelang akhir pekan, harga sejumlah bahan pokok justru menunjukkan tren naik. Data terbaru dari Bank Indonesia, dirilis Jumat (27/3) pagi, mencatat kenaikan untuk beberapa komoditas penting seperti minyak goreng, bawang merah, dan tentu saja beras. Situasi ini tentu membuat ibu-ibu rumah tangga perlu mempertimbangkan ulang anggaran belanja mereka.

Bawang merah, misalnya, melonjak cukup signifikan. Harganya naik 5,26 persen, sehingga menyentuh angka Rp47.050 per kilogram. Bawang putih juga ikut merangkak naik, meski lebih pelan, ke level Rp40.450 per kg.

Namun begitu, perhatian utama mungkin tertuju pada beras. Hampir semua kualitas mengalami kenaikan. Beras kualitas bawah I naik 3,76% menjadi Rp15.050 per kg, sementara yang medium II bertambah 1,89% ke angka Rp16.150. Kenaikan-kenaikan ini, meski persentasenya terlihat kecil, langsung terasa di kantong masyarakat.

Di sisi lain, ada sedikit kabar baik dari pasar cabai. Cabai merah besar dan keriting harganya justru turun cukup dalam, masing-masing 9% dan 15,53%. Tapi jangan senang dulu. Cabai rawit hijau malah naik 8 persen, menunjukkan fluktuasi yang tidak seragam di antara jenis cabai itu sendiri.

Untuk protein hewani, kondisinya beragam. Harga daging ayam ras segar sedikit mereda. Sebaliknya, daging sapi baik kualitas I maupun II justru mengalami kenaikan, menyulitkan bagi mereka yang ingin menyajikan menu istimewa di akhir pekan.

Komoditas lain seperti gula pasir premium stagnan di Rp20.000. Namun, minyak goreng, baik curah maupun kemasan, harganya terus merangkak naik. Minyak goreng kemasan bermerek I, contohnya, kini dijual Rp23.050 per liter. Telur ayam juga ikut naik, meski sangat tipis.

Secara keseluruhan, lanskap harga pangan Jumat ini cukup berwarna. Ada yang turun, tapi lebih banyak yang naik. Fluktuasi seperti ini kerap terjadi jelang akhir pekan, namun tetap saja memberatkan daya beli masyarakat.

(DESI ANGRIANI)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar