Rapat Pimpinan Nasional Kadin 2025 resmi ditutup. Acara yang digelar di Park Hyatt Jakarta sejak 30 November lalu itu, menurut Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie, berjalan sukses. Capaian yang patut disyukuri, begitu katanya.
Bagaimana tidak? Event selama tiga hari itu berhasil menyedot perhatian 1.653 anggota. Mereka datang dari berbagai lapisan Kadin Pusat, daerah, provinsi, hingga perwakilan asosiasi dan himpunan.
"Kami bersyukur Rapimnas Kadin ini telah dihadiri oleh 1.653 anggota. Dan yang datang adalah anggota Kadin Pusat, Kadin Daerah, provinsi dan juga dari asosiasi dan himpunan,"
ujar Anindya ditemui dalam sesi doorstop, Selasa (2/12/2025).
Yang juga menarik perhatian adalah membludaknya kehadiran pejabat negara. Dari pimpinan lembaga tinggi hingga sejumlah menteri koordinator dan menteri teknis hadir memenuhi undangan. Bagi Anindya, ini sinyal kuat. Kerja sama antara dunia usaha dan pemerintah sedang dalam kondisi yang sangat solid.
"Saya berterima kasih kepada mitra kami pemerintah, sampai kepada parlemen yang begitu banyak hadir. Dari Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Hukum, Menteri Pertanian, Menteri Pariwisata, Menteri Investasi tentunya. Ini menandakan kerjasama antara Kadin dan pemerintah itu sangat baik,"
tuturnya lagi.
Lantas, apa fokus utama pertemuan besar ini? Anindya menegaskan, semangatnya adalah gotong royong. Khususnya untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Lapangan kerja, dalam pandangannya, adalah 'komoditas' paling berharga saat ini. Upaya ini bukan sekadar menciptakan angka, tapi lebih pada menyejahterakan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi.
Pendapat senada datang dari Clarissa Tanoesoedibjo. Sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi dan Digital sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, ia merasa semua target acara tercapai dengan baik. Bahkan melampaui ekspektasi awal.
"Jadi secara target untuk acaranya, saya rasa kita sudah hit semua target dengan baik, peserta semua hadir, yang tadinya kita mungkin memperkirakan 800-1000 orang, dan itu semua orang sudah hadir di lokasi,"
ucap Clarissa.
Hari kedua Rapimnas diisi dengan pertemuan internal yang dibuka Kementerian Pariwisata dan Pertanian, lalu dilanjutkan sesi pleno komisi. Tak cuma diskusi, forum ini juga menghasilkan sesuatu yang konkret: sejumlah penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
Clarissa menambahkan, tema yang diusung pun dinilai tepat. Bukan cuma soal lapangan kerja, tapi juga peningkatan produktivitas, percepatan investasi, dan inovasi. Semua aspek itu, menurutnya, harus mendapat perhatian serius.
"Secara target memang semuanya sudah sesuai dengan target, dan memang secara tema saya rasa juga sudah cocok karena kita fokusnya. Bukan hanya dalam lapangan kerja, tapi bagaimana kita bisa meningkatkan produktivitas dan juga investasi dan juga inovasi. Jadi memang harus ada masukannya dari berbagai bidang-bidang,"
pungkasnya.
Dengan rangkaian acara yang padat dan partisipasi yang tinggi, Rapimnas Kadin 2025 ditutup dengan optimisme. Kolaborasi antara pengusaha dan pemerintah, setidaknya untuk saat ini, terlihat makin menguat.
Artikel Terkait
BNI Tegaskan Komitmen Kembalikan Dana Rp28 Miliar Nasabah Credit Union Aek Nabara
KPK Geledah Tujuh Lokasi, Temukan Surat Pengunduran Diri sebagai Alat Tekan Bupati Tulungagung
Iran Kritik Pernyataan AS yang Membingungkan Hambat Perundingan Nuklir
Indonesia Kutuk Serangan Mematikan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Selatan