Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD kembali mencuat. Tapi, bagi Hardiyanto Kenneth, politisi PDI Perjuangan, gagasan ini sama sekali tak bisa diterima. Ia melihatnya sebagai langkah mundur yang berbahaya, bertentangan dengan semangat reformasi dan prinsip dasar kedaulatan rakyat.
Kenneth tak main-main dengan penolakannya. Dalam keterangan pers yang dirilis Kamis (15/1/2026), ia dengan tegas menyatakan sikap partainya.
Bagi anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini, Pilkada langsung punya makna yang sangat dalam. Bukan cuma soal mekanisme teknis, melainkan buah perjuangan panjang rakyat untuk merebut haknya. Hak untuk menentukan sendiri siapa yang akan memimpin mereka.
Ia lantas mengingatkan soal fondasi demokrasi kita.
Di sisi lain, Kenneth menegaskan konsistensi PDI Perjuangan. Partainya, katanya, akan selalu berada di barisan depan yang menolak segala bentuk pelemahan demokrasi. Apapun alasannya. Ia menyoroti beberapa dalih yang kerap dikemukakan, seperti efisiensi biaya atau stabilitas politik.
Artikel Terkait
Anyaman Sabut Kelapa Karya Warga Binaan Lapas Cirebon Tembus Pasar Eropa
Pasukan NATO Bergerak ke Greenland, Trump Kian Serius Kuasai Arktik
Empat Terdakwa Kerusuhan Agustus 2025 Dituntut 10 Bulan hingga Satu Tahun Penjara
Kapolda Riau Serukan Generasi Digital Jadi Suara Gajah dan Hutan