Di Gillette Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, suasana malam itu tegang. Pada 27 Maret 2026, dalam laga FIFA Matchday, Prancis berhasil menundukkan Brasil dengan skor 2-1. Yang membuat kemenangan ini istimewa? Les Bleus harus bertahan hampir seluruh babak kedua dengan hanya sepuluh pemain. Tapi, di bawah komando Didier Deschamps, mereka kokoh. Mereka bertahan, dan yang penting, menang.
Agresi Prancis terlihat sejak awal. Dan, seperti yang sering terjadi, Kylian Mbappé yang jadi pembeda. Gol pembuka lahir dari momen indah: umpan terobosan tajam Ousmane Dembélé disambut sang kapten. Dengan sentuhan pertama yang cerdik, Mbappé mencungkil bola melewati kiper Ederson. Sungguh sebuah karya seni.
Mereka nyaris menambah gol lewat tendangan keras Theo Hernández, sayangnya meleset sedikit. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tipis 1-0.
Namun begitu, drama justru memuncak di babak kedua. Situasi berbalik ketika Dayot Upamecano menerima kartu merah pada menit ke-54 setelah melanggar Wesley França. Turun satu pemain, tekanan pasti datang. Tapi, siapa sangka? Justru dalam kondisi kritis ini, Prancis malah menggandakan keunggulan.
Di menit ke-65, Hugo Ekitiké menjawab semua tanda tanya. Menerima umpan terobosan dari Michael Olise, striker muda itu dengan tenang melambungkan bola ke jala gawang Brasil. 2-0. Giliran Samba yang tertekan.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Anjlok Rp40.000 per Gram, Sentuh Rp2,81 Juta
Iran Terbitkan Daftar Putih Negara yang Dijamin Aman Lewati Selat Hormuz
Dokter Tifa Bantah Keras Tuduhan Terima Dana Rp50 Miliar Terkait Isu Ijazah Jokowi
Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari, Warga Diminta Tetap Waspada