Di ruang rapat yang terang, dua menteri itu akhirnya membubuhkan tanda tangan di atas dokumen. Muktharudin dari Kementerian P2MI dan Brian Yuliarto dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi resmi mengikat kerja sama. Intinya jelas: menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang benar-benar siap bersaing di luar negeri.
Acara itu berlangsung cukup singkat, disaksikan oleh sejumlah pejabat dari kedua kementerian. Selain penandatanganan MoU, ada juga malam pertukaran cenderamata sebagai tanda dimulainya kolaborasi ini.
Begitu acara usai, Muktharudin tak menunggu lama untuk menjelaskan urgensi kerja sama ini. Menurutnya, masalah klasik yang selalu menghantui pekerja migran kita adalah soal kompetensi. Seringkali, kemampuan yang dimiliki tak sesuai dengan permintaan pasar kerja global.
Ujarnya, menjelaskan akar persoalan. Ia lalu melanjutkan,
Rencananya, pembagian tugas akan dilakukan. Kementerian P2MI akan turun tangan melakukan pemetaan. Mereka yang akan menjajaki kebutuhan riil berbagai industri di negara tujuan. Sementara, tugas Kementerian Dikti Saintek adalah menyiapkan orangnya melalui program-program vokasi yang lebih terarah.
Artikel Terkait
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun
Warga Makassar Bentrok dengan Petugas Tolak Penggusuran Kios di Jalan Satando
Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo
Video Viral: Juru Parkir di Makassar Acungkan Pisau Saat Bentrok dengan Warga