tutur Muktharudin.
“Kami yang melakukan pemetaan peluang kerja luar negerinya, kompetensi apa yang dibutuhkan dan kami jembatani dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi, riset dan teknologi, sehingga ini bisa menjadi sebuah satu sistem.”
Lalu, bagaimana eksekusinya di lapangan? Brian Yuliarto, sang Mendikti Saintek, punya gambaran. Nantinya, perguruan tinggi akan diajak untuk merancang program khusus. Program ini dirancang sebagai mata kuliah pilihan yang bisa diambil mahasiswa, terutama saat mereka mendekati masa kelulusan.
jelas Brian dengan rinci.
Ia menambahkan,
Harapannya sederhana: saat wisuda, para lulusan tak hanya membawa ijazah, tapi juga sertifikasi kompetensi dan kemampuan bahasa yang langsung bisa digunakan. Langkah kecil hari ini, mungkin bisa menjawab tantangan besar di masa depan.
Artikel Terkait
PSHK Desak Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diadili di Pengadilan Umum
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun
Warga Makassar Bentrok dengan Petugas Tolak Penggusuran Kios di Jalan Satando
Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo