Riwayat Bella 1 cukup menarik. Berdasarkan dokumen internal PDVSA yang dikutip Reuters, kapal ini pada 2021 pernah mengangkut minyak Venezuela ke Tiongkok. Layanan pelacakan kapal juga mencatat, sebelumnya Bella 1 membawa minyak mentah Iran.
Di sisi lain, Venezuela sendiri membantah keras semua tuduhan ini. Mereka menyatakan Washington sengaja ingin melemahkan Maduro untuk menguasai cadangan minyak terbesar di dunia yang mereka miliki. Mereka bahkan menyebut penyitaan kapal oleh AS tak lebih dari aksi "pembajakan internasional."
Sementara itu, dari Gedung Putih datang penjelasan yang mencoba menenangkan. Dua kapal tanker pertama yang disita, kata mereka, beroperasi di pasar gelap dan menyuplai minyak ke negara-negara yang disanksi.
Kapal kedua yang disita Sabtu lalu, bernama Centuries berbendera Panama, membawa sekitar 1,8 juta barel minyak mentah Merey asal Venezuela yang ditujukan ke Tiongkok.
Heidi Zhou-Castro dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Washington DC, memberikan catatan penting. Ia menyebut "blokade total" Trump berlaku untuk kapal tanker terkena sanksi yang masuk dan keluar Venezuela. Namun, AS sebenarnya belum memberikan sanksi spesifik kepada kapal Centuries.
Adapun kapal pertama yang disita, Skipper, kini sudah berlabuh di lepas pantai Texas. Muatannya yang mencapai 1,9 juta barel minyak mentah sedang dibongkar untuk diolah di AS. Situasi ini, tak pelak, makin menguatkan tuduhan Caracas bahwa Amerika Serikat sedang "mencuri" minyak mereka.
Artikel Terkait
Ini Tata Cara dan Waktu yang Tepat untuk Puasa Qadha Ramadhan
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan
Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong
Tudingan Jual Beli SK Kepengurusan Rp5 Miliar Guncang KNPI Sulsel