ASDP Siapkan Kapal Khusus Motor untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bakauheni

- Selasa, 24 Maret 2026 | 06:55 WIB
ASDP Siapkan Kapal Khusus Motor untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bakauheni

BAKAUHENI – Menjelang puncak arus balik Lebaran tahun depan, PT ASDP Indonesia Ferry sudah mulai menyiapkan strategi. Salah satunya, mengalokasikan satu kapal khusus yang hanya untuk mengangkut pemudik bermotor. Rencana ini diterapkan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sebagai antisipasi jika nanti volume kendaraan melonjak drastis.

Zulvidon, Executive Director Regional Dua PT ASDP, membeberkan prediksinya. Menurut dia, puncak arus balik nanti bakal terjadi dalam dua gelombang.

“Jadi kita memprediksi untuk sepeda motor kita antisipasi di 24, 25 dan juga nanti ada di 27, 28,” kata Vidon, Senin (23/3/2026) sore.

Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Sementara, Sabtu dan Minggu tanggal 28-29 Maret 2026 diprediksi menjadi puncak gelombang kedua.

Namun begitu, skema kapal khusus itu belum diterapkan sekarang. Alasannya, arus kendaraan di Bakauheni hingga saat ini masih terpantau lancar, belum ada lonjakan yang signifikan. Jadi, untuk sementara, pemudik motor masih berbagi kapal dengan mobil dan kendaraan lainnya.

“Untuk saat ini kami masih share ke semua kapal. Jadi belum ada khusus untuk sepeda motor,” ucap dia.

Vidon menambahkan, keputusan untuk memberlakukan kapal khusus baru akan diambil jika kepadatan sudah mulai terasa. “Nanti kita lihat kepadatannya baru kita menggunakan skema khusus. Karena sekarang masih tergolong lancar.”

Di sisi lain, ada fenomena menarik yang terjadi. Arus balik tahun ini terasa lebih sepi dibandingkan biasanya. Vidon punya analisis tersendiri mengenai hal ini.

“Jadi kalau kita lihat mungkin karena liburannya lebih panjang,” tuturnya.

Dia menduga, masa libur yang panjang setelah Idul Fitri 1477 Hijriah atau 2026 membuat masyarakat punya banyak pilihan waktu untuk pulang. Mereka tidak buru-buru dan tidak semuanya berangkat bersamaan dalam satu hari. Alhasil, kemacetan parah dan kepadatan ekstrem di pelabuhan bisa dihindari.

“Beda kalau kemarin kita itu pasti ngejar lebaran di kampung. Tapi kalau balik itu mereka justru memilih alternatif macam-macam,” pungkas Vidon.

Jadi, meski skenario sudah disiapkan, pelaksanaannya masih menunggu situasi. Semuanya tergantung pada gelombang pemudik yang akan datang nanti.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar