Kapolsek Tungkono Polres Muna, Iptu Abdul Hasan, mengungkapkan, peristiwa tragis ini dipicu perdebatan sederhana mengenai duluan mana yang ada, telur atau ayam. Perselisihan ringan ini berujung pada tindak kekerasan yang menyebabkan Markus tewas di tempat.
Kasus pembunuhan itu terjadi di depan gereja Jalan Poros Laha-Lakapera, Desa Labasa, Kecamatan Tungkono, Kabupaten Muna, pada Rabu 24 Juli 2024 kemarin. Usai kejadian itu, pihak kepolisian lantas mengamankan pelaku yang langsung menyerahkan diri.
Pertanyaan "telur dulu atau ayam duluan?" telah lama menjadi topik perdebatan di antara ilmuwan, filsuf, dan teolog. Mari kita melihat dari beberapa perspektif, yaitu sains, evolusi, dan genetika untuk memberikan jawaban yang lebih komprehensif.
Secara ilmiah, evolusi memberikan penjelasan yang cukup jelas bahwa telur mendahului ayam. Dalam konteks evolusi, hewan bertelur jauh sebelum ayam ada. Burung, termasuk ayam, berevolusi dari sekelompok dinosaurus theropoda yang bertelur. Jadi, nenek moyang ayam adalah sejenis reptil yang sudah bertelur jutaan tahun sebelum ayam modern muncul.
Charles Darwin, dengan teori evolusinya, menyatakan bahwa semua spesies berkembang melalui seleksi alam. Menurut prinsip ini, spesies yang kita kenal sebagai ayam domestik (Gallus gallus domesticus) berevolusi dari spesies burung lain melalui perubahan genetik yang bertahap.
Mutasi genetik yang terjadi di dalam telur mengakibatkan kelahiran ayam pertama. Ini berarti bahwa telur yang mengandung mutasi genetik ayam ada sebelum ayam itu sendiri.
Studi dan Bukti Ilmiah
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature mendukung gagasan ini. Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa protein tertentu yang penting untuk pembentukan cangkang telur ayam, ovocleidin-17 (OC-17), hanya bisa diproduksi oleh ovarium ayam.
Namun, ini tidak berarti ayam mendahului telur dalam sejarah evolusi. Faktanya, telur yang mengandung protein ini berevolusi sebelum ayam modern ada, diproduksi oleh nenek moyang ayam yang bukan ayam modern.
Artikel Terkait
Waspada! Link Pendaftaran BSU 2026 Ternyata Hoaks, Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan
Jerman Perketat Hukum untuk Hadang Gelombang Deepfake dan Pelecehan Digital
Patrick Kluivert Berpeluang Hadapi Belanda di Piala Dunia 2026
Miliaran Rupiah dan Logam Mulia Disita KPK dalam OTT Pegawai Pajak