Khozinudin: Isu Pemaafan Jokowi Cuma Taktik Pecah-Belah Pengungkap Ijazah

- Senin, 22 Desember 2025 | 06:50 WIB
Khozinudin: Isu Pemaafan Jokowi Cuma Taktik Pecah-Belah Pengungkap Ijazah

Di sisi lain, Khozinudin tak lupa menyoroti rekam jejak. Ia menyebut polarisasi sosial-politik justru menguat di era Jokowi. Dari dikotomi "cebong-kampret", stigma "kadrun", hingga beragam konflik lain. "Sejak era Jokowi, bangsa ini terbelah," tegasnya. Presiden dinilainya gagal menjadi pemersatu, dan hanya jadi pemimpin bagi kelompok pendukungnya saja.

Kredibilitas pernyataan Jokowi pun dipertanyakan. Khozinudin menyelipkan kilas balik soal klaim-klaim sebelumnya yang dinilai meleset dari kenyataan. Sebut saja proyek mobil Esemka atau janji bahwa anaknya tak akan terjun ke politik.

Lalu, bagaimana seharusnya? Dalam konteks penegakan hukum, Khozinudin bersikukuh pada satu hal: uji forensik independen. Ijazah Jokowi harus diperiksa oleh lembaga yang benar-benar netral, jauh dari intervensi. Universitas Indonesia atau BRIN bisa jadi pilihan.

"Jangan sampai kasus ini mengulang polemik hasil forensik Polri seperti dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua," katanya.

Pesan akhirnya jelas. Sebagai figur besar, pengaruh Jokowi terhadap institusi seperti Polri tak bisa dianggap enteng. Maka, satu-satunya jalan untuk objektif dan menjaga kepercayaan publik adalah melalui uji lab forensik oleh pihak independen. Tanpa itu, kebenaran hanya akan jadi bahan perdebatan yang tak berujung.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar