Di tengah riuh Rapimnas Partai Golkar di Palmerah, Sabtu lalu, Bahlil Lahadalia menyampaikan sesuatu yang tegas. Sang Ketua Umum itu bicara lantang, menegaskan komitmennya. Intinya sederhana: dia takkan pernah memakai partai untuk urusan pribadinya. Bisnisnya pun tak akan diselundupkan ke dalam agenda partai.
"Saya sampaikan kepada Bapak Ibu semua," ujarnya, dengan nada serius.
"Insya Allah tolong ingatkan saya. Saya ingin menjadi Ketua Partai Golkar, tidak akan pernah saya menjadikan Partai Golkar untuk mengurus kepentingan pribadi saya. Apalagi usaha saya."
Pernyataan itu bukan sekadar janji di udara. Bahlil langsung menginstruksikan hal serupa ke semua kader. Pesannya jelas: jaga marwah partai. Ini milik bersama, bukan hak eksklusif segelintir orang atau kelompok tertentu. Instruksi itu juga dia tujukan kepada para kadernya yang duduk di Senayan.
Lalu, dengan gaya bicaranya yang khas, dia menambahkan penegasan yang lebih personal.
"Saya tidak akan pernah memerintah atau meminta untuk kalian mengurus pribadi saya," katanya.
Artikel Terkait
Lautan Bunga Berduka untuk Istri Hoegeng, dari Presiden hingga Mantan Kapolri
KPK Lacak Aset Tak Terlaporkan Ridwan Kamil, Diduga Terkait Kasus Iklan BJB
Kertas Bekas Kasus Narkoba Bikin Penyidik Cilandak Kena Sanksi
Kapolri dan Jajaran Pimpinan Polri Berduka, Melayat Ibu Meriyati Hoegeng