✍🏻 Wendra Setiawan
Belakangan ini, saya memang sengaja mengurangi postingan tentang politik. Alasannya sederhana: rasa ngeri. Terutama kalau sudah berurusan dengan pendukung-pendukung Presiden Sawit. Pengalaman pribadi sih, tapi sepertinya banyak yang merasakan hal serupa.
Coba saja kita kritik sedikit. Hanya sedikit. Langsung deh, cap "pengkhianat negara" sudah menempel. Dituduh tidak ingin Indonesia maju. Bahkan ada yang main suruh pulang ke Yaman, seolah-olah semua yang tidak mendukung "rajanya" otomatis berpihak ke Anies. Ya ampun.
🤣🤣🤣
Belum lagi soal cara mereka berkomunikasi. Bicara dengan pendukung kelompok ini kerap bikin geleng-geleng. Mulutnya pedas, umpatan mudah sekali meluncur. Harap-harap cemas kalau mau berdiskusi pakai logika. Rasanya seperti menabrak tembok beton.
Di sisi lain, kalau dibandingin, berdebat dengan pendukung Presiden Tol masih lebih bisa ditolerir. Mereka setidaknya masih berusaha menyelipkan data, walaupun… ya, argumen dasarnya seringkali juga nggak masuk akal. Tapi nuansanya beda.
Namun begitu, menurut saya, yang paling mengerikan justru pendukung Kang Konten. Fanatisme mereka itu lain level. Benar-benar nggak ada obatnya. Kalau mau lihat contoh fanatisme politik yang paling parah, ya lihat saja ke sana.
(")
Artikel Terkait
BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Naik 15,79% pada Awal 2026
Makassar Waspada Hujan Ringan Sepanjang Hari, Sejumlah Daerah di Sulsel Berpotensi Hujan Sedang
KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terkait Suap Percepatan Eksekusi Lahan
Australia dan Indonesia Sepakati Traktat Keamanan Bersama Usai Pertemuan Albanese-Prabowo