MAJALENGKA - Gerak cepat dilakukan keluarga korban kecelakaan maut di Majalengka. Tak tanggung-tanggung, sembilan ambulans mereka kirim langsung dari Rengasdengklok, Karawang, untuk menjemput jenazah dan korban luka. Upaya ini jelas untuk mempercepat proses evakuasi, setelah mobil travel yang ditumpangi rombongan keluarga mereka terjun bebas ke jurang.
Kesembilan ambulans itu langsung menuju sejumlah rumah sakit di wilayah Majalengka. Prosesnya sendiri difasilitasi dan didampingi oleh Polsek Rengasdengklok, yang turun tangan membantu keluarga yang sedang berduka.
Sebelumnya, para korban sudah lebih dulu dievakuasi ke RS Talaga dan Puskesmas Cikijing untuk pertolongan medis darurat. Nah, pengiriman ambulans tadi intinya ya buat memulangkan mereka secepat mungkin ke Karawang.
"Ini kami mau ambil korban lakalantas travel masuk jurang di RSUD, semuanya enam orang yang meninggal," ujar salah seorang sopir ambulans, Selasa (24/3/2026).
Kecelakaan nahas ini terjadi di jalur turunan Desa Maniis, Senin malam lalu. Mobil travel yang membawa rombongan keluarga itu tercebur ke jurang dan menewaskan enam penumpang di dalamnya.
Menurut informasi, rombongan itu berjumlah sekitar 20 orang, semuanya warga Rengasdengklok, Karawang. Mereka sedang dalam perjalanan arus balik usai mudik dari Tasikmalaya.
Perwakilan keluarga korban, Ari Samsul, menyampaikan dugaan awal penyebab musibah ini. Katanya, informasi itu dia terima langsung dari anak salah satu korban.
"Dapat kabar dari anak korban, katanya mobil rem blong dalam perjalanan pulang ke Karawang dari Tasikmalaya lewat Pangandaran lalu dibuangnya ke Majalengka," jelasnya, Selasa (24/3/2026).
Dia menegaskan kondisi mengerikan yang terjadi di turunan.
"Pas turunan rem blong, enam orang tewas dengan sopir," ucapnya dengan nada berat.
"Ini rombongan keluarga. Ada kakek, menantu, semuanya keluarga dari pulang mudik," tambahnya, melukiskan betapa pahitnya musibah ini.
Korban jiwa dalam peristiwa ini benar-benar enam orang. Sementara itu, lima belas penumpang lainnya mengalami cedera dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Harapan keluarga sekarang sederhana tapi mendesak: seluruh korban, baik yang meninggal maupun yang luka, bisa segera dibawa pulang ke Karawang untuk penanganan dan proses selanjutnya.
Artikel Terkait
Persik Kediri Hajar Semen Padang 3-0 di Kandang, Perpanjang Derita Tim Terdegradasi
Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Hasilkan 6 Juta Liter Minyak Jelantah per Bulan untuk Bahan Bakar Pesawat
Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu Berawan, Hujan Ringan-Sedang Berpotensi di Sejumlah Daerah
Mensos Bantah Ada Kebocoran Anggaran Sepatu Rp700 Ribu per Pasang di Program Sekolah Rakyat