Mantan Penyidik KPK Kritik Pengalihan Tahanan Yaqut: Nasi Sudah Jadi Bubur

- Selasa, 24 Maret 2026 | 16:10 WIB
Mantan Penyidik KPK Kritik Pengalihan Tahanan Yaqut: Nasi Sudah Jadi Bubur

Kegaduhan soal pengalihan tahanan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas masih terus bergulir. Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, langkah KPK itu sudah terlanjur merusak citra lembaga antirasuah di mata publik. Padahal, Yaqut kini sudah kembali mendekam di rutan.

Yudi bicara blak-blakan pada Selasa (24/3/2026).

Dia punya pandangan keras soal ini. Korupsi, menurutnya, adalah kejahatan luar biasa. Menempatkan koruptor di balik terali besi adalah bagian dari efek jera yang tak bisa ditawar. Makanya, saat KPK memutuskan menahan seseorang, penyidik harus sudah punya keyakinan penuh bahwa kasusnya akan segera dilimpahkan ke meja hijau.

Sayangnya, keributan ini membuat kepercayaan publik terkikis.

Yudi mendesak langkah konkret. KPK, katanya, harus segera moratorium. Artinya, pengalihan jenis tahanan seperti ini tak boleh terulang lagi di masa depan. Semua permohonan dari tersangka harus ditolak tegas.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar