Belum lagi soal cara mereka berkomunikasi. Bicara dengan pendukung kelompok ini kerap bikin geleng-geleng. Mulutnya pedas, umpatan mudah sekali meluncur. Harap-harap cemas kalau mau berdiskusi pakai logika. Rasanya seperti menabrak tembok beton.
Di sisi lain, kalau dibandingin, berdebat dengan pendukung Presiden Tol masih lebih bisa ditolerir. Mereka setidaknya masih berusaha menyelipkan data, walaupun… ya, argumen dasarnya seringkali juga nggak masuk akal. Tapi nuansanya beda.
Namun begitu, menurut saya, yang paling mengerikan justru pendukung Kang Konten. Fanatisme mereka itu lain level. Benar-benar nggak ada obatnya. Kalau mau lihat contoh fanatisme politik yang paling parah, ya lihat saja ke sana.
(")
Artikel Terkait
Keluarga Kirim Sembilan Ambulans dari Karawang untuk Jemput Korban Kecelakaan Maut di Majalengka
Warriors Menang Dramatis atas Mavericks, Moses Moody Cedera Serius di Overtime
Arus Balik Lebaran Picu Macet Parah 12 Jam di Jalur Arteri Cibadak, Sukabumi
Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar XXVI Hadirkan Gubernur dan Pengusaha Sherly Tjoanda