Misteri Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon, CCTV Rusak Dua Minggu Sebelumnya

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 08:20 WIB
Misteri Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon, CCTV Rusak Dua Minggu Sebelumnya

Suasana mencekam masih menyelimuti sebuah rumah mewah di Komplek Perumahan Bukit Baja Sejahtera, Cilegon. Garis polisi kuning masih terpasang, membungkus kesunyian yang kini menggantikan riang seorang anak. Di dalamnya, Muhammad Axle Herman Miller, baru sembilan tahun, ditemukan meninggal dalam kondisi yang sungguh memilukan pada Selasa lalu, 16 Desember 2025.

Bocah kelas 4 SD itu adalah putra dari Maman Suherman, seorang dewan pakar PKS setempat. Ia ditemukan berlumuran darah, dengan sejumlah luka akibat senjata tajam. Polisi langsung bergerak. Olah TKP dilakukan, janji untuk mengusut tuntas pun ditegaskan.

Nah, dari penyelidikan awal, ada satu hal yang langsung dicoret polisi: motif pencurian. Tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah itu. Jadi, jelas ini bukan perampokan. Lantas apa? Pertanyaan itulah yang kini membayangi penyidik Satreskrim Polres Cilegon.

Mereka sudah memeriksa delapan orang saksi. Keluarga korban dan beberapa pihak terkait lainnya sudah memberikan keterangan.

“Yang diperiksa ada delapan orang, termasuk orang tua korban. Pada saat kejadian, di rumah tersebut hanya ada korban bersama kakaknya, tidak ada sekuriti pribadi,”

kata Kasie Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan.

Di sisi lain, ada satu fakta yang cukup mengganggu. Rumah itu sebenarnya punya CCTV. Tapi sayangnya, alat pengawas itu sudah rusak sejak sekitar dua minggu sebelum tragedi terjadi. Sebuah kebetulan yang cukup disayangkan, atau justru bagian dari rencana? Polisi tentu sedang mengurai benang ini.

Kepergian Axle meninggalkan luka yang dalam. Keluarga dan tetangga mengenangnya sebagai anak yang penurut dan rajin beribadah. Di usianya yang masih sangat belia, ia sudah menunjukkan ketaatan yang jarang.

Kini, keluarga memilih untuk menyerahkan segalanya pada proses hukum. Mereka minta polisi bekerja transparan, tanpa intervensi. Harapannya cuma satu: pelaku ditemukan dan dihukum seberat-beratnya.

Sementara itu, di rumah bercat putih itu, aktivitas penyelidikan terus berlangsung siang dan malam. Personel kepolisian masih mondar-mandir, berusaha menyusun puzzle dari kepingan-kepingan fakta yang ada. Perburuan terhadap pelaku di balik aksi keji ini masih terus digencarkan. Masyarakat pun menunggu, dengan harapan keadilan segera ditegakkan untuk Axle.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar