"Pak Kades, minta tolong ya masalah data ini," pinta Agus Jabo.
Ucapannya disambut riuh tepuk tangan warga.
Ia meminta jajaran pemerintah daerah, terutama para lurah dan kades, untuk bekerja dengan saksama. Data harus akurat. Dengan begitu, bansos akan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. Sementara warga yang sudah tidak sesuai kriteria akan dikeluarkan dari daftar penerima.
Jangan Terlalu Bergantung pada Bansos
Di sisi lain, Agus Jabo punya harapan lain. Ia berharap warga, khususnya yang masih berusia produktif, tidak terus-menerus bergantung pada bantuan sosial. Bansos lebih diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lansia tunggal dan penyandang disabilitas.
Usai berbincang dengan warga, Agus Jabo meninjau layanan kesehatan gratis yang disediakan. Ia juga menyerahkan bantuan secara simbolis untuk warga Kabupaten Magelang.
Bantuan yang disalurkan cukup beragam. Ada 17 unit Rumah Sejahtera Terpadu senilai Rp 340 juta, ratusan kaus dan paket sembako, serta Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial senilai Rp 160 juta untuk dua desa di Kecamatan Borobudur.
Artikel Terkait
PPATK Dibanjiri 43 Juta Laporan, Nilai Transaksi Mencurigakan Tembus Rp 2.085 Triliun
Pompa Raksasa di Daan Mogot Dijanjikan Tuntaskan Banjir pada 2027
Rita Pasaraya Cilacap Hangus Dilahap Si Jago Merah, Diduga Bermula dari Korsleting
Prabowo Undang Ormas Islam Bahas Peran Indonesia di Dewan Perdamaian