"Namun sayang 1000 kali sayang, duet Prabowo-Gibran tidak berani menunjukkan taringnya," kritik Amien dengan nada kecewa.
Persoalannya jadi rumit, karena Amien menyinggung kelemahan politik yang ia sebut fatal. Adik kandung Prabowo sendiri, Hasyim Djojohadikusumo, disebutnya sebagai "oligark penting" di bidang pertambangan dan perkayuan.
"Beranikah dan tegakkah Prabowo menjewer adiknya?" tantang Amien. Ia mempertanyakan apakah Prabowo bisa meminta Hasyim untuk low profile, atau bahkan berhenti dulu dari lingkaran oligarki.
Pertanyaan lain yang menggelayut adalah keberanian Prabowo menghadapi kekuatan oligarki yang sudah mengakar. Kekuatan itu, menurut Amien, mendapat "angin buritan" selama sepuluh tahun pemerintahan sebelumnya.
Mantan Ketua MPR RI ini menilai kepercayaan publik pada Prabowo terus merosot. Keraguannya bahkan muncul dari hal lain. "Kalau sikapnya pada isu ijazah palsu Jokowi saja tidak jelas, saya meragukan Prabowo berani menghadapi secara head on oligarki Indonesia," ujarnya.
Di akhir kritiknya yang tajam, Amien justru memberi saran yang terdengar personal. Ia menyarankan Prabowo untuk melakukan refleksi diri selama dua hari penuh. Mencari pencerahan dan "hidayah ilahiah" dalam memimpin 282 juta rakyat Indonesia.
Meski kata-katanya keras, Amien menutup dengan ajakan untuk tetap mendukung. "Mudah-mudahan hari mendatang membuat kita lebih cerah lagi. Jangan sampai kita kehilangan optimisme," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi