Lalu, bagaimana wujud transparansi itu? PAM JAYA tak setengah-setengah. Mereka gencar memanfaatkan dunia digital. Media sosial, misalnya, dijadikan etalase kinerja sekaligus ruang dialog dua arah.
"Segala bentuk pekerjaan yang dilakukan PAM JAYA bisa dilihat secara langsung dari sana," ungkap Syahrul mengenai strategi ini. "Dari media sosial itu pula kami membuka ruang untuk masukan."
Namun begitu, keterbukaan informasi saja tak cukup. Perlu aksi nyata. Mereka kemudian punya program respons cepat: satu jam troubleshoot. Program ini jadi solusi andalan untuk menangani gangguan layanan dengan tepat waktu.
"Alhamdulillah juga diapresiasi oleh banyak pihak," tuturnya tentang inovasi yang satu ini.
Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu komitmen. Melalui transparansi, partisipasi publik, dan terobosan layanan, PAM JAYA bertekad membangun kepercayaan. Target 2029 memang masih beberapa tahun lagi, tapi langkah-langkah konkretnya sudah mulai terlihat hari ini.
Artikel Terkait
Bencana 2026: Alarm Terakhir untuk Pendidikan Ekologi
Di Balik Trauma Child Grooming: Ancaman Bunuh Diri dan Diamnya Orang Tua
Investasi TaniHub Berujung Dakwaan: Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar
Dokumen Epstein Bocor, Tautan Indonesian CIA dan Transaksi Properti dengan Trump Mengarah ke Hary Tanoe