MURIANETWORK.COM Akhirnya, setelah berbulan-bulan penuh spekulasi dan negosiasi alot, TikTok mengambil langkah drastis. Mereka memutuskan untuk menjual mayoritas asetnya di Amerika Serikat. Ini langkah besar, sebuah manuver yang bertujuan mengamankan masa depannya di negeri Paman Sam.
Perusahaan induknya, ByteDance, baru saja menandatangani perjanjian mengikat. Mereka melepas sedikit di atas 80 persen kepentingan di TikTok AS kepada sebuah konsorsium investor yang dipimpin pihak Amerika. Intinya, ini upaya untuk menghindari larangan total dari pemerintah.
Menurut sejumlah saksi, CEO TikTok Shou Zi Chew sendiri yang menyampaikan kabar ini ke para karyawan pada Kamis lalu, 18 Desember 2025. Ia bilang, kesepakatan ini krusial. Tanpanya, operasi mereka di AS bisa tamat.
"Kesepakatan ini akan memungkinkan lebih dari 170 juta warga Amerika untuk terus menemukan dunia dengan kemungkinan tanpa batas sebagai bagian dari komunitas global yang penting,"
Begitu bunyi memo internal Shou yang dikutip Reuters, Jumat (19/12).
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di MotoGP
Sunderland Kalahkan Newcastle 2-1 dalam Derby Timur Laut yang Sengit
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pos Pengamanan Mudik 2026 di Medan
IM57+ Kritik Keras Pengalihan Status Tahanan Yaqut ke Rumah