Ia mengaku, momen ini adalah pembelajaran berharga. Sebuah cermin untuk introspeksi diri. "Anugerah ini mengajarkan saya supaya semakin rendah hati. Dan tentu saja, semakin dekat dengan masyarakat," ungkap Kiai Didin.
Menariknya, Kiai Didin tidak sendirian. Di forum yang sama, Ketua Umum DDII, Dr Adian Husaini, juga mendapat kehormatan serupa. Keduanya dinobatkan sebagai alumni terkemuka IPB dalam kategori tokoh nasional, menunjukkan kiprah organisasi tersebut di kancah nasional.
Penghargaan ini sendiri digagas oleh Himpunan Alumni IPB University. Tujuannya jelas: mengapresiasi para alumni yang kiprahnya sudah melampaui batas kampus. Mereka yang berkarya di tingkat nasional, bahkan internasional, dalam berbagai bidang seperti pemerintahan, akademik, dan profesi.
Acara pemberian penghargaan kepada seratus alumni ini dikemas secara khusus dalam sebuah Forum Meja Bundar. Forum itu bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, ia menjadi ajang pertemuan dan penghargaan bagi para alumni berprestasi dari seluruh penjuru Indonesia. Sebuah bukti nyata dedikasi mereka di bidang masing-masing.
Artikel Terkait
Analis Data ITB Siap Bawa Pendekatan Ilmiah ke Timnas Indonesia
Farhat Abbas Buka Suara: Ada Rekaman Eggi Sudjana Ingin Damai Soal Kasus Ijazah Jokowi
Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas, Ungkap Skema IPO Bodong hingga Reksadana Palsu
Dari Kritik Pedas ke Juru Bicara: Jejak Digital yang Menghantui Para Politisi PSI