Di bawah terik matahari Kamis siang, kerumunan massa berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Mereka mengibarkan bendera putih, lambang duka dan isyarat meminta pertolongan. Aksi ini digelar oleh Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Peduli Bencana Sumatera, sebuah bentuk protes yang lahir dari kekecewaan yang mendalam.
Kekecewaan itu ditujukan pada penanganan bencana ekologis yang melanda Aceh dan wilayah Sumatera lainnya. Menurut para pengunjuk rasa, respons pemerintah terasa lamban, bahkan cenderung tak jelas. Belum ada langkah nyata yang sungguh-sungguh terlihat untuk menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor yang telah merenggut banyak nyawa.
Di tengah keriuhan, selembar spanduk besar dibentangkan. Tulisannya tegas: mendesak Pemerintah Pusat agar segera menetapkan status Darurat Bencana Nasional untuk Sumatera. Itu bukan sekadar permintaan simbolis.
“Kami ingin pemerintah benar-benar hadir, bukan sekadar wacana,” begitu kira-kira suara dari kerumunan itu.
Artikel Terkait
Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda
Mobil Terbakar Hebat di Jagorawi, Lalu Lintas Malam Terkunci
Bocah dengan Laptop Pecah Ditemukan Sendirian di Sleman
Dokumen Epstein Ungkap Transaksi Properti Trump dan Kaitan dengan Pengusaha Indonesia