Frisco menegaskan, vendor pemasang kabel harus segera bertanggung jawab. “Keadaan begini ‘kan vendor-vendor harusnya tanggung jawab. Ini ada kabel TV, banyak lah. Harus ditata ulang,” desaknya.
Keresahan serupa diungkapkan Erwin, seorang pekerja di kawasan itu. Ia menyoroti soal kesadaran dari pemilik kabel.
“Itu ‘kan bukan kabel listrik, tapi kabel data atau telkom. Kalau putus, ya mereka yang rugi, bukan kita,” ucap Erwin.
“Mestinya mereka sadar diri, gitu,” sambungnya.
Menurut Erwin, persoalan ini butuh intervensi regulasi yang lebih tegas. Perlu ada aturan yang menjerat pemilik kabel yang membiarkan instalasinya semrawut. “Regulasinya juga harus dibenerin,” katanya.
“Kalau terbukti melanggar, ya disanksi. Sederhana saja,” pungkas Erwin.
Jadi begitulah faktanya. Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Timur, masalah klasik ini masih terpampang nyata, menunggu tindakan nyata sebelum benar-benar menimbulkan malapetaka.
Artikel Terkait
Bupati Bone Luncurkan Bus Sekolah untuk Tingkatkan Keselamatan dan Ringankan Biaya Transportasi Pelajar
Jokowi: Makna Lebaran adalah Kesabaran dan Saling Memaafkan
Tiran Group Gelar Salat Id dan Santunan di Makassar, Pererat Kebersamaan
Mentan Amran Rayakan Idulfitri dan Dengarkan Aspirasi Warga di Kampung Halaman Bone