Kabar duka datang dari keluarga besar Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Meriyati Hoegeng, atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri legendaris itu, telah berpulang. Ia menghembuskan napas terakhir hari ini, Selasa (3/2), tepatnya pukul 13.25 WIB.
Menurut informasi yang beredar, Eyang Meri sebelumnya menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Usianya yang sudah sepuh, 99 tahun, tak mampu menahan kondisi kesehatannya. Jenazahnya kini disemayamkan di Pesona Khayangan, Depok, sebelum nantinya diberangkatkan ke peristirahatan terakhir.
Rencananya, besok jenazah almarhumah akan dimakamkan di Makam Giri Tama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Di sanalah, di sisi sang suami tercinta, Jenderal Hoegeng, ia akan kembali bersamanya untuk selamanya.
Kabar meninggalnya Eyang Meri pun langsung menggema di kalangan kepolisian. Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, hadir langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
"Hari ini kita dari jajaran kepolisian berduka atas meninggalnya almarhumah Ibu Meriyati,"
Ucapnya dengan nada berat. Rasa hormat yang dalam memang pantas diberikan, bukan hanya sebagai istri seorang purnawirawan tinggi, tapi juga sebagai pribadi yang dihormati.
Perjalanan hidup Eyang Meri sendiri panjang dan penuh makna. Lahir pada 23 Juni 1925, ia adalah putri dari Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Cintanya dengan Hoegeng bersemi di masa-masa awal republik, dan akhirnya mereka resmi menikah di Yogyakarta pada 31 Oktober 1946. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tiga anak: Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu.
Di usianya yang nyaris seabad, Eyang Meri masih dikenang akan keramahan dan kesederhanaannya. Saat merayakan ulang tahunnya yang ke-100 tahun lalu, ia sempat menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan Kapolri dan seluruh jajaran.
"Saya hanya bisa berdoa semoga semuanya keadaan sehat, selamat dalam lindungan Allah SWT,"
Begitu katanya waktu itu, Senin (23/6/2025). Kini, doa-doa itu tinggal kenangan. Selamat jalan, Eyang Meri. Telah selesai sudah tugasmu di dunia.
Artikel Terkait
Lampu Jalan di Cipinang Muara Kembali Menyala Usai Dicuri, Pelaku Masih Buron
Tim BPTD dan Dishub Turun ke Lokasi Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Izin Angkutan Ternyata Sudah Kedaluwarsa
Prabowo Tiba di KTT ASEAN ke-48 di Filipina, Gunakan Mobil Maung Garuda sebagai Simbol Diplomasi Industri Nasional
Psikolog TNI Sebut Empat Terdakwa Penyerangan Air Keras ke Aktivis KontraS Masih Layak Jadi Prajurit