Ritual untuk Iemanja Warnai Pantai Ramirez dengan Doa dan Bunga

- Selasa, 03 Februari 2026 | 16:18 WIB
Ritual untuk Iemanja Warnai Pantai Ramirez dengan Doa dan Bunga

Pantai Ramirez di Montevideo tampak berbeda Senin lalu. Bukan hanya debur ombak yang terdengar, tapi juga lantunan doa dan harapan. Di sana, para penganut Umbanda memadati bibir pantai untuk sebuah ritual tahunan yang sudah mengakar: memberi penghormatan kepada Iemanja, sang Dewi Laut.

Tanggal 2 Februari memang hari yang spesial. Setiap tahunnya, pada tanggal ini, para penganut Umbanda dan kepercayaan Afro-Amerika Latin lainnya berbondong-bondong ke pantai. Tujuannya satu: melarungkan persembahan ke laut lepas sebagai wujud syukur dan permohonan. Bunga-bunga berwarna, lilin yang berkilau, dan berbagai simbol penghormatan lainnya menghiasi air yang biru.

Menurut sejumlah saksi, suasana di pantai itu terasa sangat khidmat sekaligus meriah. Ritual ini bukan cuma urusan keyakinan semata, tapi sudah jadi pertemuan budaya yang dinanti.

Umbanda sendiri adalah agama khas Brasil yang muncul di awal 1900-an. Uniknya, agama ini ibarat mosaik dari berbagai tradisi. Ia menyatukan spiritualitas Afrika, ajaran Katolik Roma, bahkan elemen perdukunan pribumi Amerika dan Spiritisme. Dari perpaduan itulah lahir praktik-praktik seperti yang terlihat di Pantai Ramirez.

Di sisi lain, daya tarik acara ini ternyata meluas. Bukan cuma penganutnya yang datang, tapi juga masyarakat umum dan wisatawan. Mereka memadati kawasan pesisir, ingin menyaksikan langsung prosesi yang penuh warna ini. Makanya, perayaan untuk Iemanja ini telah menjelma jadi tradisi penting tak hanya di Uruguay, tapi juga di sejumlah negara Amerika Selatan lainnya.

Pada intinya, ritual ini lebih dari sekadar upacara. Ia adalah napas dari sebuah komunitas, sebuah cara mereka berkomunikasi dengan yang dianggap suci, di tengah gemuruh ombak yang tak pernah berhenti.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar