kata Darmawan.
Untuk mengatasi krisis ini, PLN tak main-main. Sebanyak 1.476 personel dari berbagai unit dikerahkan ke titik bencana. Mereka bahu-membahu dengan prajurit TNI dari Korps Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan, terutama untuk urusan pengamanan dan logistik di area-area yang terisolasi parah.
Kerja dilakukan 24 jam nonstop dengan sistem sif. Semua demi memenuhi kebutuhan paling dasar warga saat ini: listrik.
Seperti diungkapkan Amiruddin, General Manager PLN UIP3BS, strateginya adalah modifikasi dan pembangunan struktur darurat.
jelasnya. Upaya keras selama dua pekan itu akhirnya terbayar. Listrik pun perlahan mulai kembali.
Artikel Terkait
Mohamed Sahah Resmi Tinggalkan Liverpool Lewat Surat Terbuka yang Haru
Momentum Positif, Peluang 86%: Michael Carrick Kandidat Utama Kursi Pelatih Permanen MU
Enam Tewas dalam Kecelakaan Minibus di Majalengka
Klopp Tegaskan Rumor Pelatih Real Madrid Hanya Omong Kosong