MURIANETWORK.COM – Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang akhir November lalu meninggalkan jejak kehancuran yang tak biasa. Bukan hanya air bah yang merusak, tapi juga tumpukan kayu gelondongan yang ikut terbawa arus. Akibatnya, permukiman dan kebun warga di Dusun Sukamaju, Kampung Pengidam, nyaris hilang tertimbun.
Puluhan rumah dan fasilitas ibadah rusak parah, bahkan ada yang lenyap sama sekali dari permukaan. Situasinya benar-benar berantakan.
Sofyan Pranata, seorang warga setempat, menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana itu.
“Selain hancur diterjang banjir, banyak rumah warga tertimbun kayu gelondongan,” ujarnya pada Rabu, 17 Desember 2025.
Menurut penuturannya, material kayu itu tak cuma mengubur tempat tinggal. Areal kebun masyarakat, yang selama ini jadi tumpuan hidup, ikut tertutup rapat. Bayangkan saja, sumber penghasilan mereka mendadak berubah jadi tumpukan kayu tak karuan.
“Luas areal yang ditutupi kayu gelondongan tersebut hampir empat hektare,” tambah Sofyan.
Memang, Kecamatan Bandar Pusaka termasuk wilayah yang paling parah terdampak. Bencana ini menunjukkan betapa rentannya kawasan itu, bukan hanya terhadap air, tapi juga terhadap material hutan yang ikut menyertainya. Kehidupan warga di sana kini terpaksa berhenti sejenak, menunggu proses pemulihan yang pastinya tak akan singkat.
Artikel Terkait
Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu Berawan, Hujan Ringan-Sedang Berpotensi di Sejumlah Daerah
Mensos Bantah Ada Kebocoran Anggaran Sepatu Rp700 Ribu per Pasang di Program Sekolah Rakyat
Polisi Tangkap Pembegal Dua Tenaga Kesehatan di Jeneponto saat Sedang Minum Tuak
Ekonom UGM: Indonesia Bisa Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS, Malaysia Sudah Contoh