“Nanti ada penandatanganan kerja sama dulu. Dengan dibukanya ini, masyarakat bisa melihat langsung bagian dalam benteng bersejarah ini,”
ungkapnya lagi. Bayangkan, bisa berjalan-jalan di dalam tembok kokoh yang menyimpan begitu banyak cerita.
Namun begitu, visinya lebih dari sekadar tempat foto-foto. BKB akan dikonsep ulang secara serius. Ia tak hanya jadi objek wisata biasa, tapi juga pusat informasi budaya. Nantinya, akan ada galeri sejarah yang memamerkan artefak dan narasi masa lalu, plus Tourism Information yang memadai. Intinya, pengunjung diharapkan pulang dengan pemahaman baru, bukan cuma memori visual.
“Kita revitalisasi dulu, setelahnya baru akan dibuka untuk umum,”
tutup Ratu Dewa menegaskan prosesnya. Jadi, memang perlu sedikit kesabaran. Tapi hasilnya, sebuah mahakarya sejarah Palembang siap dinikmati oleh siapa saja.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Hanya di Atas Kertas, Gaza Kembali Dibombardir
Keluarga Penjambret Tewas Protes Sikap DPR: Kenapa Kami Tak Diwakili?
Ketika Naik Jabatan Tak Lagi Jadi Mimpi: Fenomena Bekerja Tanpa Karir di Indonesia
Dua Pejabat, Satu Semangat: Sigit dan Jokowi Berjuang Habis-Habisan untuk Agenda Masing-Masing